Designed and built with care, filled with creative elements

Top
Image Alt

Unis Tangerang Datangkan 3 Profesor

Tangerang – Universitas Islam Syekh-Yusuf (Unis) Tangerang menyelenggarakan Visiting Professor, Rabu (22/06). Sebanyak tiga profesor mengikuti kegiatan tersebut, diantaranya Prof. Dr. Karim Suryadi, M.Si dari Universitas Pendidikan Indonesia (Upi), serrta Prof. Dr. Bambang Heru, M.Si dan Prof. Dr. H. Soleh Suryadi, Drs. M.Si. dari Universitas Pasundan (Unpas). Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Momerandum Of Understanding (MOU) dalam bidang program Visiting Professor dan Bench Marking universitas. Kesepakatan dilakukan di gedung Mas Hasan Djakaria, Kampus Unis Tangerang dengan dihadiri Senat, Dekanat dan sivitas akademika Unis Tangerang. 

Pada Maret 2024, akreditasi institusi Unis Tangerang habis dan harus diperbarui kembali. Sebelumnya, Unis melaksanakan MOU dengan Universitas Brawijaya (UB), Universitas Pasundan (Unpas), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dan Universitas Padjajaran (Unpad). Unis melaksanakan Visiting Professor dan MOU dengan 7 profesor.

Rektor Unis Tangerang Prof. H. Mustofa Kamil, Dip. RSL., M.Pd mengatakan, Visiting Professor dan Bench Marking sangat penting agar menjadi pembelajaran untuk kampus Unis. “Untuk menjadi Guru Besar dan Lektor Kepala itu reviewer harus profesor. Bukan hanya di lingkungan Unis, tapi di Provinsi Banten sangat sulit menemukan Guru Besar,” kata Kamil. 

Kamil juga mengatakan standar perguruan tinggi tanpa ada Bench Marking, akan sangat sulit bagi Unis untuk menemukan patokan dasar. Kamil berterima kasih pada para profesor yang hadir. “Saya berharap kegiatan dalam konteks penjaminan mutu ini dapat dilakukan dengan lebih baik lagi. Semoga kerja sama ini terus berlanjut agar bisa membangun Unis lebih baik lagi,” kata Kamil. 

Prof. Dr. Karim Suryadi, M.Si mengatakan, Visiting Professor ini merupakan kegiatan visioner karena membuka dialog akademik dan hubungan akademik antar institusi. “Kolaborasi semacam ini sebenarnya menjadi tuntutan di abad ini. Bukan hanya level lokal, namun juga level global,” kata Karim. 

Karim juga mengatakan, Unis Tangerang bisa menjadi versi terbaik tanpa harus meniru kampus lain. Dengan belajar dari pengalaman kampus yang melaksanakan MOU dengan Unis. (Dena)

Post a Comment