Designed and built with care, filled with creative elements

Top
Image Alt
  /  Education   /  PKM FT Bantu Petani Mauk Lewat Aplikasi

PKM FT Bantu Petani Mauk Lewat Aplikasi

TANGERANG – Mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Informatika Universitas Islam Syekh-Yusuf (Unis) Tangerang menciptakan aplikasi monitoring tanaman hidroponik dan akuaponik berbasis Internet of Things (IoT). Aplikasi tersebut dinamakan Sistem Informasi Monitoring Kontrol Hidroponik (Simkoro) dan Sistem Informasi Monitoring Kontrol Akuaponik(Simkran). Aplikasi itu diperkenalkan dalam peresmian Rumah Kasa Program Pengembangan Pemberdayaan Desa (P3D) dan Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D), di Desa Tegal Kunir Kidul, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Senin (28/3/2022).

Dosen Fakultas Teknik Vina Septiana Windyasari, S.Kom., M.Kom yang menjadi dosen pendamping program tersebut menjelaskan, P3D merupakan program lanjutan dari PHP2D tahun 2020 yang di dalamnya terdapat perubahan dalam pengembangan aplikasi dan perluasan Rumah Kasa. “Untuk P3D ini perbedaannya ada suatu pengembangan dari yang sebelumnya. Baik dari luas rumah kasanya dan juga aplikasinya. Rancangan yang dibuat juga menyesuaikan dengan warga desa yang kurang paham internet. Jadi lebih memudahkan warga dalam menggunakan aplikasi itu,” jelas Vina.

Vina menambahkan, sasaran masyarakat program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) itu adalah petani, dasawisma, dan Karang Taruna. Tujuannya mengedukasi masyarakat cara baru bercocok tanam di lahan yang terbatas. “Kami melakukan sosialisasi kalau menanam itu tidak di tanah aja. Tapi bisa melalui media air pada pipa-pipa. Melalui aplikasi, masyarakat dapat memonitor suhu, kelembapan, dan nutrisi pada tanaman,” kata Vina.

Vina menambahkan pengembangan aplikasi dilakukan untuk memberi pengingat jadwal panen kepada petani. “Kita mereview kembali dari program PHP2D 2020 kalau petani itu suka lupa kapan panennya. Lalu akhirnya ada suatu pengembangan variabel yang ditambahkan dalam aplikasi yaitu kalender masa tanam. Jadi nanti petani bisa langsung input data via aplikasi mulai dari kapan menanam benih, pindah tanam, sampai jadwal panennya di tanggal berapa sebagai bentuk pengingat,” kata Vina.

Aplikasi Simkran dan Simkoro  berpotensi didaftarkan hak paten. “HaKI sedang diproses. Karena ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi baik dari source code program, desain penampilan, dan lainnya. Nama yang akan didaftarkan atas nama Unis dan Fakultas Teknik,” tambah Vina.

Berangkat dari hasil program ini, Fakultas Teknik dipercaya Kepala Desa Tegal Kunir Kidul untuk pembudidayaan jamur tiram di program PKM selanjutnya. Vina berharap tidak hanya dari teknik informatika saja yang berkontribusi dalam pengembangan program PHP2D dan P3D ini. Tapi juga fakultas lain ke depannya dapat mengambil peran. “Karena banyak juga potensi desa. Fakultas Ekonomi dan Bisnis misalnya nanti dapat membantu dalam memasarkan dan promosi. Saya berharap semua fakultas bersama-sama bisa berkontribusi,” ucap Vina. (Linda)

Post a Comment